liturgi adalah nyanyian untuk memuji
Islammengajarkan kepada umatnya untuk mempercayai kitab lain selain Al-Qur'an. Salah satu kitab yang diturunkan oleh Allah SWT adalah Kitab Zabur. Barangkali sudah ada yang tau Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi siapa, namun belum mengetahui secara jelas sejarah penurunannya. Dalam Kitab Zabur sendiri berisikan beberapa aturan yang juga
Itusebabnya Nyanyian Jemaat di sini disebut pula Nyanyian Gloria, karena umat bersedia menyatakan komitmen imannya untuk memuliakan Allah dalam seluruh hidupnya. Penggunaan Nyanyian Gloria, misalnya KJ. 45-48, NKB. 30-31, 54; dan PKJ 51, 304. Di antara nyanyian "Gloria" tersebut jemaat diajak untuk mengucapkan "Salam Damai.
Liturgiadalah istilah yang berasal dari bahasa Yunani, leitourgia, yang berarti kerja bersama.Kerja bersama ini mengandung makna peribadatan kepada Allah dan pelaksanaan kasih, dan pada umumnya istilah liturgi lebih banyak digunakan dalam tradisi Kristen, antara lain umat Katolik.Kurang lebih dapat dibandingkan dengan rukun salat secara berjamaah baik pada hari-hari raya maupun hari Jumat dan
Dating When Separated But Not Divorced. Seandainya saya dapat bernyanyi seperti Sister Schneider. Seandainya saya dapat bermain piano seperti Brother Menendez. Berapa kali kita telah mendengar atau memikirkan hal-hal semacam itu? Kadang-kadang kita mengira bakat di bidang musik sebagai karunia khusus yang hanya dimiliki orang lain, bakat luar biasa yang kita hargai namun mengira tidak kita miliki. Di Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir, musik dan nyanyian adalah untuk semua orang. Melalui nyanyian rohani, kita dapat menyatakan syukur dan memuji, mempelajari Injil Juruselamat yang dipulihkan, mengingat Kurban Tebusan-Nya, dan memiliki tekad untuk mengikuti-Nya. Menyatakan Rasa Syukur dan Pujian Ketika Israel kuno dibebaskan dari Mesir, “pada waktu itu Musa bersama-sama dengan orang Israel menyanyikan nyanyian ini bagi Tuhan” Keluaran 151. Sewaktu bangsa Yared menyeberangi lautan, “mereka menyanyikan puji-pujian kepada Tuhan” Eter 69. Dan ketika para Orang Suci Zaman Akhir masa awal menguduskan Bait Suci Kirtland, mereka menyanyikan nyanyian rohani baru ciptaan William W. Phelps “Roh Allah Bagaikan Api yang Menyala.”1 Pada masa kelegaan Injil ini, anak-anak Allah telah mengangkat suara untuk memuji Dia dengan musik. Banyak di antara nyanyian rohani kita saat ini membagikan roh sukacita dan puji-pujian ini. Sebagai contoh, nyanyian rohani terkasih lainnya yang ditulis oleh William W. Phelps menyatakan Penebus Israel Kesukaan kita. Kepada-Nya kita bers’ru. Siang dan malam Dia serta kita. Dialah Raja dan Penebus!2 Nyanyian rohani juga dapat memberi suara terhadap rasa syukur kita untuk berkat-berkat khusus, sebagaimana diungkapkan dalam bait yang telah dikenal ini Kami bersyukur bagi nabi Di zaman akhir tuk kami. Kami bersyukur atas Injil. Yang terangi budi kami. Kami bersyukur tuk anug’rah, Dari tangan-Mu pemurah. Kami senang melayani-Mu, Dan suka Sewaktu kita menyanyikan nyanyian rohani ini, kita mengikuti perintah “Jika kamu senang”—artinya jika Anda bersukacita atau bahagia—“pujilah Tuhan dengan bernyanyi, dengan musik, … dan dengan doa pujian dan ucapan terima kasih” A&P 13628. Mempelajari Injil-Nya Selain menyatakan syukur dan pujian, nyanyian rohani juga memberi kita kesempatan untuk mempelajari Injil Yesus Kristus. Sebagai contoh, nyanyian rohani anak-anak yang tak asing lagi ini menjelaskan dengan sederhana dan indahnya hubungan kita dengan Bapa kita di Surga Aku anak Allah, Ku diciptakan-Nya, Ku dib’ri rumah di bumi Dan rang tua Nyanyian rohani lainnya memperlihatkan kepada kita cara untuk menjalankan asas-asas Injil, seperti halnya nyanyian rohani favorit ini, yang ditulis di zaman pionir Mari, mari, Orang-Orang Suci Janganlah kuatir; Walau hatimu terasa pedih, Berkat-Nya kan hadir. Lebih baik berusaha tuk menghalau rasa susah; Jadikanlah hati lega. S’lamatlah! S’lamatlah!5 Beberapa di antara nyanyian rohani yang paling dikasihi mengajarkan kepada kita untuk mengikuti para hamba Kristus, nabi-Nya yang terpilih di zaman kita. “Puji Dia yang Tinggal dengan Yehova,” misalnya, menolong kita mengingat pentingnya peranan Nabi Joseph Smith dalam Pemulihan Injil Puji dia yang tinggal dengan Yehova! Yesus pun telah mengurapinya, Nabi, Pelihat, pembuka zaman akhir, Raja dan bangsa kan Merenungkan nyanyian rohani ini dan yang lainnya serta mempelajari rujukan tulisan suci yang terdapat dalam buku nyanyian rohani dapat menolong kita mempelajari Injil dan mengingat Juruselamat dalam kehidupan kita setiap hari. Mengingat Kurban Tebusan-Nya Salah satu cara yang paling penting bagi kita untuk mengingat Juruselamat adalah saat mengambil sakramen setiap minggu. Dalam persiapan bagi peristiwa kudus ini, kita menyanyikan sebuah nyanyian rohani. Nyanyian rohani sakramen mengingatkan kita akan pengurbanan Kristus dan maknanya bagi kita Lihat Jurus’lamat mati, Menggenapi hukum suci. Mati tuk Menebus dosa, … Agar manusia Darah mulia dan jiwa-Nya, Rela dib’rikan-Nya, Kurban Suci untuk dosa, Selamatkan Ku berpikir tentang tangan-Nya yang ditembus! Aku tak dapat lupa rahmat dan kasih-Nya; Aku akan bersyukur serta memuji-Nya, Sampai kuberlutut di hadapan Jika dinyanyikan dengan penuh kekhidmatan dan sungguh-sungguh, lirik dari nyanyian rohani sakramen menolong kita berfokus kepada Juruselamat. Hal itu mempersiapkan kita untuk mengambil sakramen dengan penuh makna dan bertekad kembali untuk mengambil bagi diri kita nama Kristus, selalu mengingat-Nya, dan mematuhi perintah-perintah-Nya. Memiliki Tekad untuk Mengikuti Yesus Kristus Tekad untuk mengikuti Juruselamat diungkapkan dalam banyak nyanyian rohani kita. Sewaktu kita menyanyikan nyanyian rohani ini, kita bersaksi kepada Bapa kita di Surga bahwa kita berhasrat untuk mengikuti Putra-Nya. Sebagai contoh, pikirkanlah baris-baris berikut T’rima kasih, Bapa yang di surga, Untuk kasih serta pimpinan-Mu. P’nuh syukur kami nyanyikan lagu; Kami senang jalan dalam t’ Nyanyian rohani “Ku Pergi ke Mana Kauinginkan” membuat pernyataan serupa Kuberserah pada pimpinan-Mu, Yakin Kau kasih padaku Kan kulaksanakan kehendak-Mu. Ku siap jadi Lagu-lagu kita—baik itu pujian, rasa syukur, pengetahuan, kenangan, atau tekad—semuanya memuji Tuhan. Dia telah berfirman, “Jiwa-Ku bersukacita akan nyanyian hati; ya, nyanyian orang benar adalah doa bagi-Ku, dan hal itu akan dijawab dengan suatu berkat ke atas kepala mereka” A&P 2512. Untungnya, Tuhan tidak berfirman, “Hanya lagu-lagu yang indah merupakan doa bagi-Ku,” atau “Aku akan mendengarkan hanya mereka yang memiliki bakat musikal.” Dalam musik kita sebagaimana dalam kehidupan kita, Dia lebih memerhatikan keadaan hati kita daripada kemampuan kita. Bagaimana pun tingkat keterampilan kita, kita semua dapat berperan serta dalam musik dengan menyanyikan nyanyian rohani. Dan sewaktu kita menyanyi dengan segenap hati kita, kita datang kepada Kristus melalui nyanyian rohani.
[dropcap]A[/dropcap]PAKAH LITURGI ITU?Liturgi adalah perayaan misteri karya keselamatan Allah dalam Kristus; yang dilaksanakan oleh Yesus Kristus Sang Imam agung bersama Gereja-Nya, dalam Roh adalah medan perjumpaan Allah dan manusia, serta manusia dan LITURGIPerayaan iman bersama Kristus dan seluruh Gereja KebersamaanResmi ada ketentuan-ketentuan bakuAktual dan kontekstual saat ini, kini, di siniMemuliakan Tuhan sebagai sarana pengudusan umat manusiaMakna Musik dan Nyanyian dalam dan nyanyian merupakan bagian liturgi sendiri yang penting dan integral liturgis – dan nyanyian liturgi termasuk liturgi itu dan nyanyian haruslah melayani boleh menjadi musik dan nyanyian liturgi adalah musik dan nyanyian yang dapat membantu orang berjumpa dengan Tuhan dan sesamanya berliturgi.Musik dan nyanyian memperjelas misteri Kristus kristologisIsi syair nyanyian, memperdalam misteri iman akan Yesus Kristus yang sedang nyanyian, membantu umat untuk merenungkan dan mengkontemplasikan misteri iman yang dan nyanyian ditentukan dan dipilih atas dasar kesesuaiannya dgn jiwa dan misteri iman akan Yesus Kristus yang dirayakan dalam dan nyanyian mengungkapkan peran serta umat secara aktif eklesiologis – dan nyanyian yang sesuai dengan tema liturgi dan tempat nya akan membantu umat dalam memasuki misteri iman yang dirayakan dan memungkinkan umat untuk lebih baik menangkap sabda Tuhan dan karunia sakramen yang dan nyanyian dapat ikut membangun kebersamaan dan kesatuan umat yang sedang dan nyanyian membangun dan membentuk dan nyanyian liturgi adalah musik dan nyanyian yang mampu mempersatukan umat beriman dan membantunya dalam berparti sipasi secara sadar dan aktif dalam perayaan diperhatikan dan disikapi dengan bijaksana musik dan nyanyian yang sesuai dengan citarasa umatPeranan Musik dan Nyanyian dalam Liturgi Perayaan EkaristiRITUS PEMBUKA Nyanyian PembukaMembuka perayaan kesatuan umat yang masuk ke dalam misteri iman yang dirayakan dalam perayaan liturgi tersebut sesuai masa dan pesta liturginya.Mengiringi imam dan para petugas yang lain berjalan menuju altar. Nyanyian pembuka berhenti saat imam /pemimpin siap di tidak ada nyanyian pembuka, antifon pembuka dapat diba cakan. Doa Tobat dan Tuhan Kasihanilah Kami’TKK adalah seruan kepada Tuhan untuk menyatakan penghormat tan kepada Tuhan Yesus Kristus dan memohon belas Tuhan Kasihanilah Kami bisa ditiadakan apabila lagu pembuka sudah memuat pernyataan tobat dan mohon belas Kemuliaan GloriaMadah kemuliaan adalah nyanyian/kidung pujian yang dilambung kan oleh dorongan Roh Kudus kepada Bapa dan kemuliaan bisa diucapkan atau dinyanyikan secara bergan tian atau bersamaan, diangkat oleh imam atau solis dan dilanjutkan oleh kemuliaan diucapkan atau dinyanyikan pada hari Minggu, hari raya, dan pesta-pesta, kecuali dalam masa adven dan prapas SABDA Mazmur Tanggapan MT atau Nyanyian Tanggapan Sabda NTSMT dimaksudkan untuk memperdalam renungan atas sabda Allah dan menanggapi –Nya, bisa dibaca atauMT diambil dari Kitab Suci dan disesuaikan dgn bacaan dinyanyikan oleh pemazmur di mimbar sabda, umat mendengar kan dan menjawab dengan sebuah ulangan atau dalam kasus darurat saja MT diganti dengan NTS yang sesuai dengan tema , bersifat biblis/alkitabiah, dan mengajak umat untuk dalam MT tidak harus dinyanyikan semua, dipilih saja yang sesuai. Bait Pengantar Injil / AlleluyaBait pengantar Injil atau Alleluya dimaksudkan untuk mempersiap kan umat mendengarkan Injil yang akan bisa diulangi dan teks ayat diambil dari bacaan atau bait pengantar Injil dapat ditiadakan apabila tidak dinyanyikan, artinya Alleluya atau bait pengantar Injil harus dinya EKARISTI Nyanyian Persiapan PersembahanBerfungsi untuk mengiringi perarakan bahan persembahan, membi na kesatuan umat dan mengantar umat masuk dalam misteri EkaristiJika tidak ada perarakan bahan-bahan persembahan nyanyian per siapan persembahan bisa nyanyian persiapan persembahan ungkapan persembahan hidup umat berimanyg tak pantas kepada Allah dan semoga disatukan dengan persembahan sejati Kristus .Nyanyian KudusNyanyian kudus termasuk Doa Syukur Agung, merupakan aklamasi atau seruan umat beriman terhadap pujian syukur yang dilambung kan dalam prefasi. Maka nyanyian kudus tidak bisa ditiadakan dan sebaiknya nyanyian-nyanyian ordinarium yang lain nyanyian kudus menduduki rangking mengumumkan nomor nyanyian kudus setelah prefasi atau saat mau menyanyikan nyanyian kudus dan jangan menunggu/pakai lama . Bapa KamiBapa Kami bisa diucapkan saja atau dinyanyikan dan diusahakan dibawakan oleh seluruh umat yang hari Minggu, pesta dan perayaan khusus Bapa Kami lebih baik Kami yang boleh digunakan dalam liturgi adalahBK yang isi syairnya sesuai dengan teks resmi doa Bapa yang melodinya sesuai dengan jiwa liturgi Gereja. Anak Domba Allah dan Nyanyian Iringan Pemecahan RotiAnak Domba Allah dimaksudkan untuk mengiringi pemecahan dan pencampuran roti dan untuk persiapan pembagian roti tidak harus diiringi dengan nyanyian Anak Domba Allah, tetapi dapat juga dipakai nyanyian lain yang sesuai, misalnya 281 atau Nyanyian KomuniMengiringi umat dalam menyambut Tubuh persaudaraan dan persatuan umat secara lahir-batin sebagai tubuh suasana doabagi umat yang sedang berjumpa dengan Tuhan secara sakramental dalam nyanyian hendaknya berhubungan dengan tema Ekaristi, Tubuh dan Darah Kristus, kesatuan dengan Tuhan dan komuni dapat dinyanyikan sendiri oleh paduan suara, tanpa melibatkan umat, atau instrumen Madah PujianMengungkapkan puji syukur seluruh umat beriman atas karunia Ekaristi Suci dan atas seluruh perayaan Ekaristi yang setelah imam selesai membersihkan piala , sebelum Doa Sesudah nyanyian yang dapat mengikutsertakan seluruh umat, misalnya Kidung PENUTUPNyanyian PenutupMenutup perayaan gairah dan semangat kepada umat agar pergi menjalankan tugas perutusan mewartakan damai dan kebaikan Tuhan dengan perarakan imam dan para petugas liturgi memasuki LITURGI ITU BUKAN SELINGAN1 Harus membantu terjadinya perjumpaan Allah dengan manu sia2 Memperdalam misteri iman yang sedang dirayakan sesuai dengan tema3 Mempersatukan seluruh umat dan membantu umat berpartisi pasi secara sadar dan aktif dalam liturgi4 Harus ada unsur VERTIKAL mengarah pada Tuhan5 Harus ada unsur HORISONTAL mengarah pada sesama umat6 Unsur vertikal dan horisontal dapat dikenali dari syair dan Syair kata-kata yang tidak vulgar; dari KS atau teks liturgi8 Melodi otentik, tidak mirip nyanyian lain, membawa asosiasi pada nyanyian lainKELOMPOK NYANYIAN LITURGIProprium pembuka, persiapan persembahan, komuni, madah pujian, penutupOrdinarium Tuhan Kasihanilah Kami, Kemuliaan, Kudus, Anak Domba Allah, dan RohaniNyanyian Rohani tidak dibuat untuk liturgi, maka syair tidak cocok untuk bagian-bagian liturgiNyanyian Rohani mengungkapkan kedekatan, hormat, cinta istimewa pada Tuhan devosiNyanyian rohani bisa untuk persekutuan, pewartaan CARA MEMILIH NYANYIAN Prinsip Pemilihan Nyanyian LiturgiMelayani seluruh umat memilih lagu hanya berdasarkan selera pribadi atau lagu yang bisa menjawab harapan dan kebutuhan umat agar perayaan liturgi menjadi perayaan partisipasi dipilih dari buku nyanyian yang seharusnya dapat diikuti oleh umat refren mazmur tanggapan, bait pengantar Injil, nyanyian kudus, aklamasi anamnese, Bapa Kami. Nyanyian yang sebaiknya dapat diikuti oleh umat nyanyian pembuka, kyrie, iman akan misteri syair dan melodi harus benar-benar sesuai dengan citarasa iman dengan masa dan tema dengan hakekat masing-masing pertimbangan pastoral dan praktis. Langkah Konkrit Pemilihan Nyanyian LiturgiPedoman Nyanyian-nyanyian liturgi dipilih berdasarkan kesesuaian kata-kata nyanyian itu dengan bacaan-bacaan dalam perayaan pedoman ini maka ada beberapa langkah konkrit dalam memilih nyanyian liturgiLangkah PertamaMembaca Bacaan KS dan Mazmur Tanggapan yang DigunakanBacaan Hari Minggu dan Hari Raya Tema Bacaan I dekat dengan Injil. Mazmur Tanggapan selalu menanggapi bacaan Harian Bacaan pertama dan Injil baik juga diperhatikan adanya peringatan, Kedua Memilih NyanyianMemilih nyanyian pembuka, persiapan persembahan, madah syukur, dan nyanyian penutup yang sesuai dengan isi Injil, bacaan I dan Ada kebebasan untuk TIDAK TERIKAT pada pengelompokan lagu dalam buku MB atau PS. Bila syair lagu cocok dengan bacaan Kitab Suci ada kelonggaran untuk menggunakan sesuai dengan tidak ada syair atau lagu yang sesuai dengan bacaan I dan Injil maka boleh mendasarkan pada bacaan Langkah PraktisAda kelonggaran untuk masa khusus dan bisa diambil dari nyanyian masa biasa asal syair sesuai dengan bacaan dan tidak melanggar kaidah pokok. Misalnya Prapaskah tidak boleh ada kata nyanyian masa khusus bisa digunakan untuk suatu perayaan devosional sebaiknya digunakan dalam konteks perayaan atau ibadatSetelah memilih nyanyian buatlah daftar Pilihan Nyanyian, kemudian dikomunikasikan dengan imam yang memimpin ekaristi sebelum ekaristi Tulisan oleh Rm Budi Haryono, Pr, foto oleh Yusup Priyas
Bagaimana kita dapat tetap terus berdoa bersama? Orang-orang seringkali menanyakan hal ini setelah tinggal seminggu di Taizé, atau setelah turut serta dalam pertemuan yang diadakan di luar Taizé. Di sini, beberapa unsur yang penting dalam mempersiapkan sebuah doa yang bersifat meditatif dan "tidak ada awal dan akhir".Mempersiapkan sebuah doa Untuk memulai doa, pilihlah satu atau dua nyanyian pujian. Mazmur Yesus berdoa doa-doa yang kuno ini. Orang-orang Kristen selalu menemukan mata air hidup di dalamnya. Mazmur menempatkan kita dalam persatuan yang dalam bersama dengan semua umat percaya. Kegembiraan, kesedihan, iman kita kepada Tuhan, kehausan dan bahkan kecemasan kita ditemukan dalam ungkapan-ungkapan mazmur. Satu atau dua orang dapat mendaraskan atau membacakan ayat-ayat mazmur. Setelah setiap ayat, semua orang menyambutnya dengan Aleluia atau nyanyian aklamasi yang lainnya. Jika ayat-ayat tersebut dinyanyikan, sebaiknya tidak terlalu panjang, biasanya sepanjang dua baris. Dalam beberapa hal, para peserta doa dapat mendengungkan nada akhir dari aklamasi ketika ayat solo dinyanyikan. Jika ayat-ayat tersebut dibacakan dan tidak dinyanyikan, dapat menjadi lebih panjang. Oleh sebab itu tidaklah perlu untuk membaca keseluruhan mazmur. Janganlah ragu-ragu untuk memilih hanya beberapa ayat dan sebaiknya ayat-ayat tersebut mudah dipahami. Bacaan Membaca Kitab Suci adalah satu jalan menuju "mata air yang tak melelahkan dimana Tuhan telah memberikan diri-Nya sendiri untuk menawarkan dahaga umat manusia" Origen, abad ke tiga. Alkitab merupakan "surat dari Tuhan untuk karya ciptaan-Nya" sehingga mereka "dapat menemukan hati Tuhan di dalam sabda Tuhan" Gregorius Agung, abad ke enam. Komunitas-komunitas yang berdoa bersama secara rutin membaca Alkitab secara teratur. Tetapi untuk acara doa mingguan atau bulanan, bacaan-bacaan yang mudah dipahami harus dipilih, yang juga cocok untuk tema doa atau yang sesuai dengan penanggalan liturgi. Setiap bacaan dapat dimulai dengan kata-kata "Bacaan dari ...." atau "Injil menurut Santo ..." Jika terdapat dua bacaan, bacaan yang pertama dapat dipilih dari Perjanjian Lama, Surat para Rasul, Kisah para Rasul atau dari Wahyu; bacaan kedua sebaiknya selalu dari salah satu Injil. Dalam hal ini, sebuah nyanyian meditatif dapat dinyanyikan di antara kedua bacaan tersebut. Sebelum dan sesudah bacaan, sebaiknya dipilih sebuah nyanyian untuk merayakan cahaya Kristus. Ketika nyanyian ini dinyanyikan, anak-anak atau kaum muda dapat maju ke depan dengan lilin yang bernyala untuk menyalakan lampu minyak yang didirikan di atas sebuah penopang. Tanda ini mengingatkan kita bahwa sekalipun malam sangat gelap, entah itu di dalam hidup kita atau dalam kehidupan umat manusia, cinta Kristus adalah sebuah nyala api yang tak pernah padam. Nyanyian Saat hening Ketika kita mencoba untuk mengungkapkan persatuan dengan Tuhan dalam kata-kata, alam pikiran kita sering datang dengan cepat. Tetapi, di kedalaman diri kita, melalui Roh Kudus, Kristus berdoa jauh lebih banyak dari pada yang dapat kita bayangkan. Sekalipun Tuhan tidak pernah berhenti mencoba untuk berhubungan dengan kita, doa ini tidak pernah dipaksakan. Suara Tuhan seringkali terdengar hanya berupa bisikan, dalam sebuah tarikan napas keheningan. Tinggal diam dalam keheningan dalam kehadiran Tuhan, membuka diri kepada Roh Kudus, adalah sudah merupakan sebuah doa. Jalan menuju kontemplasi bukanlah untuk mencapai keheningan batin dengan jalan mengikuti beberapa teknik yang membuat semacam kehampaan di dalam diri dengan iman seorang anak kecil, kita membiarkan Kristus berdoa dengan hening di dalam diri kita, sehingga suatu hari kita akan menemukan bahwa di kedalaman diri kita terdapat suatu kehadiran. Selama doa bersama dengan orang lain, yang terbaik adalah terdapat satu kali saat hening yang agak panjang 5 sampai 10 menit dari pada beberapa kali saat hening dengan waktu-waktu yang pendek. Jika mereka yang hadir dalam doa tidak terbiasa dengan saat hening, adalah sangat membantu bila sebelumnya diberikan penjelasan singkat Atau, segera sesudah nyanyian penghantar saat hening, seseorang dapat berkata, "Doa akan dilanjutkan dengan saat hening selama beberapa saat." Doa permohonan atau Litani pujian Sebuah doa mengandung petisi doa permohonan pendek atau aklamasi, yang dibantu dengan dengungan, dengan setiap petisi diikuti dengan sebuah jawaban yang dinyanyikan oleh semua orang, dapat berupa semacam "tiang api" di pusat hati doa tersebut. Mendoakan orang lain melebarkan doa kita kepada berbagai sisi kehidupan seluruh umat manusia; kita mempercayakan kepada Tuhan kegembiraan, harapan-harapan, kesedihan dan penderitaan semua orang, khususnya bagi mereka yang terlupakan. Sebuah doa pujian memungkinkan kita untuk merayakan segalanya bahwa Tuhan adalah bagi kita. Satu atau dua orang dapat mengungkapkan doa permohonan mereka atau aklamasi pujian, yang dinyanyikan di awal dan disertai dengan seruan Kyrie eleison, Gospodi pomiluj Tuhan, kasihanilah kami, atau Kami memuji-Mu, Tuhan. Setelah doa permohonan selesai dibacakan, berikanlah waktu sejenak bagi orang-orang untuk mengucapkan berdoa secara spontan melalui kata-kata mereka sendiri, ungkapan doa yang keluar dari hati mereka. Doa-doa spontan ini sebaiknya pendek dan ditujukan kepada Tuhan; bukan merupakan kesempatan untuk menyampaikan gagasan-gagasan pribadi dan pandangan-pandangan bagi orang lain yang mereka bawakan sebagai doa. Setiap doa spontan ini disertai dengan seruan yang sama yang dinyanyikan oleh semua orang. Doa Bapa Kami Doa Penutup Nyanyian Terakhir, nyanyian dapat dilanjutkan untuk beberapa waktu. Sebagian dari peserta doa, jika mereka menginginkannya, dapat tetap tinggal untuk terus bernyanyi atau meneruskan doa. Sebagian dari peserta doa yang lain dapat diundang untuk saling berbagi pendapat dalam kelompok-kelompok kecil yang diadakan tak jauh dari ruangan doa, misalnya untuk merenungkan bacaan dari Kitab Suci, untuk memudahkan dapat digunakan "Renungan Yohanes". Setiap bulan di dalam Surat dari Taizé, terdapat "Renungan Yohanes" yang menyarankan saat hening dan saling berbagi pendapat di seputar bacaan Kitab Suci.
Memuji Dengan Nyanyian Dalam Ibadah Jemaat Abstract Apa yang kita lakukan pada waktu kita memuji dalam ibadah? Ketika pemimpin pujianmengajak kita dengan akrab "Mari kita memuji Tuhan dengan menyanyi dari nomor... bagaimana kita memuji?Di dalam Alkitab banyak kutipan yang maknanya memerintahkan kita untuk memujiTuhan, bagaimana caranya supaya kita berhasil memenuhi perintah tersebut? Persiapan apa yang harus dilakukan? Apakah suara saja tidak cukup?Hal memuji dengan nyanyian rupanya perlu dimaknai secara benar dan tepat karena dalam ibadah, nyanyian dan pujian berperan membawa kita memasuki hadirat banyak hal yang diuraikan tentang memuji dengan nyanyian dalam ibadah, maka aklamasi dan proklamasi merupakan pokok utama yang harus terkandung dalam setiap nyanyian jemaat. Keduanya tidak dapat dipisahkan atau dikesampingkan, karena dari kedua pokok tersebut alamat nyanyian menjadi jelas, bukan diri kita sendiri atau orang-orang yang terlibat dalam pelayanan nyanyian, melainkan Allah dan dunia sebagai kerajaan-Nya. Demikian juga isi nyanyian, bukan perasaan hati kita, melainkan kekudusan dan pengasihan Allah serta perbuatan-Nya yang besar terhadap dunia ciptaan-Nya. Oleh sebab itu, perlu memerhatikan lagu atau nyanyian yang manahendak digunakan; jenis, bentuk, dan gaya menyanyikannya, semua harus dipersiapkan. Barangkali salah satu - bahkan semua - dari keempat cara yang sudah diuraikan di muka, dapat menjadi pilihan, tetapi harus tetap disadari bahwa setiap gereja sudah mempunyai 'aturan main' dalam menata ibadah masing-masing terutama dalam penggunaan nyanyian dan cara menyanyikannya. Keywords ibadah, jemaat, nyanyian, Kerajaan References Abineno, Gereja dan lbadah Gereja. Jakarta BPK Gunung Mulia, 1986. Handol, John ML. Nyanyian Lucifer. lkhwal Penciptaan & Pengaruh Musik Terhadap Kerohanian, Kesehatan dan Keiiwaan. Yokyakarta ANDI, 2002. Hicks, Roger The Alliance. Everyone Has Some Gift of Music Hustad, Donald P. 1981. JUBILATE Church Music in the Evangelical Tradition. Hope Publishing Company, Carol Stream, lllionis. LLB. Pengetahuan Dasar Musik Gereja. Bandung. 1983. Martasudjita E. Pr-Kristanto, Musik&Nyanyian Liturgi. Yokyakarta Kanisius. 2000. Salim, Peter. Advanced English-lndonesian Dictionary. Jakarta Modern English Press. 1993. STTJ Diktat Musik Gereja dariMasa ke Diktat Dasar Musik Gerejawi. Ujungpandang. DOI viewed = 0 times Copyright c 2007 Jurnal Jaffray This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike International 1829-9474eISSN 2407-4047Copyright © Jurnal Jaffray 2014-2023
liturgi adalah nyanyian untuk memuji